Me, Myself and I
Selasa, 08 April 2014
Gini sih, menurut gw ketika kamu benar-benar menyayangi kekasihmu, kamu pasti berusaha sekeras mungkin untuk menjaga nama baiknya. Bahkan buat pacar kamu yang stay overnight di kamar kamu. Kamu pernah ngebayangin nggak gimana orang-orang di sekitar kamu berpikiran negatif tentang pacar kamu (Especially buat si ceweknya)?
Mungkin kamu mikir gw kolot banget ya? Manusia primitif dari mana neng? Atau sok suci banget ya? I said you " I don't Care, Really! "
Kadang-kadang kalau dengerin cerita orang tentang gaya pacaran zaman sekarang (jadi beras siti nurbaya) gw pernah mikir "Gw yang kolot banget, atau mereka yang over ya?"
Gw pernah pacaran, yang paling lama hampir 3 tahun malah, and swear! Ga ada hal-hal yang terjadi seperti cerita yang gw denger dari orang-orang. Dan selama itu, beneran kita baik-baik aja.
Gw ga pernah tinggal di asrama, hidup gw ga pernah di kekang, bahkan sekarang ortu gw nyodor-nyodorin anak orang buat di jodoh-jodohin ke gw! Masaaloh! Dan paling penting, gw normal.
Tapi sebenernya sih gini, menurut gw ya, kalo pacaran itu jangan "grasak grusuk" ntar nggak ada lagi yang mau di tungguin ketika udah nikah. Semua udah terjadi ketika pacaran. Dan yang paling penting kalau ternyata dia bukan suami/istri kita nantinya? Jejak dimana-mana tuh.
Sekali lagi, gw bukannya sok suci, cuma gw punya batasan yang dibuat oleh diri gw sendiri dan harus ditaati oleh gw sendiri.
Makanya gw sedikit concern buat yang namanya pacaran. Buat gw, pacaran itu saling yang positif, dan yang paling penting adalah saling menghargai prinsip dan saling menjaga nama baik.
Senin, 27 Januari 2014
Minggu, 26 Januari 2014
Tanggal di atas benar-benar hari dengan
pengalaman baru bagi hidup saya. Yah, walaupun setiap hari haruslah menjadi
sebuah pengalaman.
bertempat di gedung kana kawaluyaan, diadakan pesta bona taon sinaga sebandung raya, bukan sejawa barat ya. Dan pesta yang hanya diadakan empat tahun sekali ini benar-benar meriah, tradisional dan sesak.
awalnya ikut pesta ini karena saya gabung dengan Naposo PTNSB bandung. Mereka welcome, benar-benar merangkul dan peduli akaan satu dengan yang lainnya. Itu yang saya rasakan. Yah mudah-mudahan begini untuk seterusnya.
bertempat di gedung kana kawaluyaan, diadakan pesta bona taon sinaga sebandung raya, bukan sejawa barat ya. Dan pesta yang hanya diadakan empat tahun sekali ini benar-benar meriah, tradisional dan sesak.
awalnya ikut pesta ini karena saya gabung dengan Naposo PTNSB bandung. Mereka welcome, benar-benar merangkul dan peduli akaan satu dengan yang lainnya. Itu yang saya rasakan. Yah mudah-mudahan begini untuk seterusnya.
Tapi saya emang suka pesta-pesta adat seperti
ini, terutama dengan pesta adat batak sendiri. Yah karena saya memang orang
batak sih. Karena menurut saya, pesta-pesta adat seperti ini dapat menyatukan dan
mempererat tali persaudaraan orang-orang batak. Senang banget lihat orang-orang
menari tortor diiringi gondang batak (dan yang paling menarik adalah
serulingnya :D )
Sebelum ikut pesta bona taon ini, saya lupa kapan
terakhir kali saya ikut pesta adat batak. Tapi pernah terpikirkan untuk
cepat-cepat menikah biar bisa jadi ratu disamping raja di dalam pesta.
Dan hal penting dalam pesta batak adalah makan!
Yap! Makan dan makanan adalah hal penting bagi orang batak. Jangankan pesta
orang batak, pesta-pesta suku lain juga memasukkan hal penting ini kedalam
pesta mereka. Ingat bagaimana Yesus menyatukan kedua belas muridnya? Ya di meja
makan, di perjamuan kudus.
Anyway, saya bangga menjadi orang batak, bangga dengan
semangat batak yang sesungguhnya, tapi banyak juga orang batak yang tidak waras
yang mecintai kebatakannya yang amburadul. Mengingat pembagian snack sore di
pesta bona taon kemarin, benar-benar rusuh dan tidak beretika. Dari panitia
sendiri pasti akan men-stock snack dalam jumlah yang banyak, dan dipastikan semua
yang datang pasti kebagian, tapi kenapa sampai berebutan gitu? Dan tidak
sedikit kotak-kotak snack berjatuhan. Pada saat itu, saya benar-benar malu. Saya
malu jika harus melihat mereka berebutan tidak karuan seperti itu. Panitia
sempat menghentikan pembagian snack, dan akibatnya ada ibu-ibu yang mengambil
paksa satu bungkusan besar snack dari dalam ruangan konsumsi. Dan saya
memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian lagi dalam pembagian snack. Yah
begitulah orang batak dalam hal makanan, sedikit rakus. Tapi itu tergantung
pribadinya. Karena banyak juga yang tertib.
Tetapi hal oyang paling membuat saya terkesan
dari acara tersebut adalah, ketika saya mendapatkan keluarga baru di bandung. Ada
pak tua Yudhi, Pak tua Erick, dan Pak tua Aldi. Mereka benar-benar welcome
terhadap saya dan teman saya, laura. Kami merasa memiliki keluarga di sini. The
family which take care and help each other.
Tapi anehnya, ini untuk pertama kali saya mengikuti
pesta bona taon sinaga, dan itu juga di bandung, di kota orang. Selama di kota
kelahiran saya sendiri, saya tidak pernah ikut acara pesta bona taon ini. dan
sedikit membuat orangtua saya terkejut. :D
Over all, saya benar-benar terkesan dengan apa
yang saya alami kemarin. Saya mengucap syukur untuk semua yang terjadi. Thanks
God. :D
Kamis, 16 Januari 2014
Dan aku masih
berpikir hanya mentari, bulan, yang masih tetap setia menyinari..
entahlah jika sudah tiba waktunya. Ketika semua diperhadapkan dengan kenyataan, dimana kuasa sang Khalik keluar dari persembunyiannya.
entahlah jika sudah tiba waktunya. Ketika semua diperhadapkan dengan kenyataan, dimana kuasa sang Khalik keluar dari persembunyiannya.
Aku masih
berpikir tentangmu, bahkan sedikit tentang kita-tidak banyak, tapi cukup untuk
membuat logika ku membeku untuk beberapa saat.
Tapi entahlah, aku masih akan tetap setia kah mengagumi mu?
Tapi entahlah, aku masih akan tetap setia kah mengagumi mu?
Minggu, 01 Desember 2013
Masih 23
Saya seolah-olah mati rasa, setelah terjadi perbincangan "hebat" dengan teman tentang pasangan hidup. Tidak tahu kenapa, untuk memikirkan pernikahan, saya rasa masih terlalu dini untuk memikirkannya.
Saya masih 23 tahun. Dan bangga dengan kata "masih" ini. Saya berasa masih muda, apa yang salah dengan itu?
Tiba-tiba apa yang saya rencanakan sebagai plan jangka panjang mungkin harus buyar, dimana pikiran saya terus di kacaukan oleh perasaan saya. Memang egois ketika kita berpikir diri kita ini adalah milik kita sendiri, tanpa harus memandang perasaan orang-orang yang menyayangi kita.
Mengapa seorang wanita pada akhirnya dipilih? Mengapa seorang wanita juga pada akhirnya tidak bersama orang yang ia sukai dan kagumi? Yang hanya mendengar suaranya saja, si wanita sibuk mengatur degup jantungnya, apalagi untuk melihat matanya.
Bukankah seorang wanita yang dewasa tidak masalah jika harus menikah dengan seorang yang di kasihinya, walaupun secara finansial mereka harus memulainya dari nol?
Dan berbicara tentang pria, ternyata ada beberapa tipe pria, diantaranya si petualang dan si pekerja keras. Menarik membahas dua tipe ini, dimana saya juga diperhadapkan pada kedua tipe ini.
Si pekerja keras, saya tidak terlalu suka dia secara fisik maupun karakter, susah jika harus mempertimbangkan karakter, karena bagaimanapun karakter dapat diubah. Dan saya tidak punya perasaan apa-apa terhadap pria satu ini, tapi dari segi finansial, tak usah kuatir memikirkan besok mau makan apa.
Si petualang, saya sedikit tersenyum dan tersipu jika harus membicarakan dia, saya menyukainya dan mengaguminya. Secara fisik dan karakter, dia tipe saya. Senyumnya, matanya, kocaknya, dia benar-benar idaman saya. Tapi satu hal yang saya sesalkan, kenapa saya tidak bertemu dia lebih cepat? Tiga tahun yang lalu mungkin? Maka semuanya bisa saja berubah kan? Atau memang sudah diatur begitu oleh pencipta kami? Dan bicara tentang finansial (saya seperti cewek matre ya? Logis, begitu kata teman) dia mungkin hanya punya harapan yang harus di realisasikannya untuk membuktikan dia "ada".
Saya tidak pernah kuatir dengan masa depan saya, saya yakin sekali dengan rancangan damai sejahtera dari Tuhan, saya percaya itu. Saya hanya perlu keluar dari zona nyaman saya untuk dibentuk oleh Tuhan.
Begitu juga untuk pasangan hidup saya, saya tidak mau mendahului pencipta saya, saya percaya untuk pasangan hidup saya nanti, saya yang tentukan, maksudnya, saya percaya Tuhan sediakan pilihan-pilihan kepada saya, dan saya diberi kebebasan untuk memilih, tetapi kebebasan yang terarah-kebebasan sesuai dengan kehendak Tuhan dengan peka mendengar suara Tuhan.
Tapi pada saat ini, jujur saya juga tidak mengerti dengan perasaan saya, kalau boleh saya minta pada Tuhan, untuk sementara waktu ini, saya tidak ingin memiliki perasaan dimana saya sibuk mengatur degup jantung saya ketika mendengar suaranya, menatap matanya atau berbicara padanya.
Saya masih 23 tahun. Dan bangga dengan kata "masih" ini. Saya berasa masih muda, apa yang salah dengan itu?
Tiba-tiba apa yang saya rencanakan sebagai plan jangka panjang mungkin harus buyar, dimana pikiran saya terus di kacaukan oleh perasaan saya. Memang egois ketika kita berpikir diri kita ini adalah milik kita sendiri, tanpa harus memandang perasaan orang-orang yang menyayangi kita.
Mengapa seorang wanita pada akhirnya dipilih? Mengapa seorang wanita juga pada akhirnya tidak bersama orang yang ia sukai dan kagumi? Yang hanya mendengar suaranya saja, si wanita sibuk mengatur degup jantungnya, apalagi untuk melihat matanya.
Bukankah seorang wanita yang dewasa tidak masalah jika harus menikah dengan seorang yang di kasihinya, walaupun secara finansial mereka harus memulainya dari nol?
Dan berbicara tentang pria, ternyata ada beberapa tipe pria, diantaranya si petualang dan si pekerja keras. Menarik membahas dua tipe ini, dimana saya juga diperhadapkan pada kedua tipe ini.
Si pekerja keras, saya tidak terlalu suka dia secara fisik maupun karakter, susah jika harus mempertimbangkan karakter, karena bagaimanapun karakter dapat diubah. Dan saya tidak punya perasaan apa-apa terhadap pria satu ini, tapi dari segi finansial, tak usah kuatir memikirkan besok mau makan apa.
Si petualang, saya sedikit tersenyum dan tersipu jika harus membicarakan dia, saya menyukainya dan mengaguminya. Secara fisik dan karakter, dia tipe saya. Senyumnya, matanya, kocaknya, dia benar-benar idaman saya. Tapi satu hal yang saya sesalkan, kenapa saya tidak bertemu dia lebih cepat? Tiga tahun yang lalu mungkin? Maka semuanya bisa saja berubah kan? Atau memang sudah diatur begitu oleh pencipta kami? Dan bicara tentang finansial (saya seperti cewek matre ya? Logis, begitu kata teman) dia mungkin hanya punya harapan yang harus di realisasikannya untuk membuktikan dia "ada".
Saya tidak pernah kuatir dengan masa depan saya, saya yakin sekali dengan rancangan damai sejahtera dari Tuhan, saya percaya itu. Saya hanya perlu keluar dari zona nyaman saya untuk dibentuk oleh Tuhan.
Begitu juga untuk pasangan hidup saya, saya tidak mau mendahului pencipta saya, saya percaya untuk pasangan hidup saya nanti, saya yang tentukan, maksudnya, saya percaya Tuhan sediakan pilihan-pilihan kepada saya, dan saya diberi kebebasan untuk memilih, tetapi kebebasan yang terarah-kebebasan sesuai dengan kehendak Tuhan dengan peka mendengar suara Tuhan.
Tapi pada saat ini, jujur saya juga tidak mengerti dengan perasaan saya, kalau boleh saya minta pada Tuhan, untuk sementara waktu ini, saya tidak ingin memiliki perasaan dimana saya sibuk mengatur degup jantung saya ketika mendengar suaranya, menatap matanya atau berbicara padanya.
Senin, 04 November 2013
Melihat
tiga pemuda yang sedang bermalas-malasan di samping kamar saya, secara
tidak langsung mempengaruhi mood saya. Ntah kenapa saya menjadi sedikit
malas. hahaha
Menguap menular, apakah malas juga menular? saya pikir ya!
Pasti ada pengaruh dari orang yang bermalas-malasan kepada orang lain yang melihatnya.
Dan ada pula pengaruh berteman dengan orang yang suka menulis, contohnya sekarang ini, saya berteman dengan orang yang suka menulis, saya juga keranjingan untuk menulis. Menulis apapun itu, yang penting dari ide sendiri. Saya suka berteman dengan orang yang memiliki pengaruh positif kepada saya, dan saya pikir seharusnya semua orang juga begitu kan?
Pasti ada pengaruh dari orang yang bermalas-malasan kepada orang lain yang melihatnya.
Dan ada pula pengaruh berteman dengan orang yang suka menulis, contohnya sekarang ini, saya berteman dengan orang yang suka menulis, saya juga keranjingan untuk menulis. Menulis apapun itu, yang penting dari ide sendiri. Saya suka berteman dengan orang yang memiliki pengaruh positif kepada saya, dan saya pikir seharusnya semua orang juga begitu kan?
Atau paling tidak mengambil
"positive side" dari orang lain. Hal ini yang kadang kala susah untuk
diterima, ketika kita sudah men"judge" orang tersebut atas
kelakuan-kelakukan negatifnya, sehingga mengaburkan pandangan kita
terhadap "positive side" orang tersebut. Terlebih ketika saya yang
menilai-tidak tahu kalau kamu ya-
Padahal jika dikaji sesuai dengan
hakikat manusia, semua manusia itu sama, lahir dengan sifat "tabula
rasa" menurut John Locke, dan memiliki kemampuan untuk di didik dan
mendidik (Animal Educandum dan Educator). Oleh karena itu salah jika
melihat orang-orang yang putus sekolah oleh karena sikap mereka yang
"begajulan" lalu kita memandang mereka sebagai "sampah masyarakat" (dan
ini juga refleksi buat saya). Yang hanya perlu kita ingat adalah mereka
juga memiliki hakikat manusia sama seperti kita yaitu memilki kemampuan
untuk di didik dan mendidik pada akhirnya.
Paling tidak kita sudah
memiliki suatu pandangan bahwa sebenarnya tidak ada istilah "sampah
masyarakat". Yang ada hanya sampah organik dan non organik. Itu sudah.
Minggu, 27 Oktober 2013
Pangeran
Minggu, 27 Oktober 2013
Tidak tau apa
yang terjadi dengan cinta. Apa cinta itu? Apakah sejenis kata kerja atau kata
benda yang hanya datang kemana ia akan berlabuh?
Aku sendiri tidak
tahu apa itu cinta, yang sering aku baca kata-kata cinta itu sering sekali
menjadi satu kata pokok yang asik sekali jika dibahas. Apakah cinta itu yang
membuat seorang anak SMP menggebu-gebu menyatakan “kan ku jaga cintamu dengan
nyawaku” , atau kah cinta itu yang membuat aku menyukaimu? Aku belum mengenal
kau pangeran, aku hanya mengenal kau dari cerita-cerita mu. Apakah aku sedang
cinta kepadamu? Ataukah aku hanya menyukaimu, menyukai segala aktivitasmu,
menyukai pola pikirmu yang rumit, menyukai kepedulianmu?
Dan aku rasa aku
hanya menyukaimu pangeran. Aku menyukaimu melalui cerita-ceritamu, aku menyukai
aktivitasmu, aku menyukai pola pikirmu yang rumit, dan aku menyukai
kepedulianmu.
Aku tidak ingin dibilang jatuh cinta. Karena bagiku cinta itu suatu yang kompleks, yang tidak cukup di ungkapkan dengan kata-kata, tidak cukup di ungkapkan dengan syair puisi, tidak cukup di ungkapkan dengan lirik lagu, tidak cukup dilukiskan dengan gambar, bahkan tidak cukup di beri dengan suatu benda. Sudahlah biar cinta itu datang dengan sendirinya, karena aku yakin ia tahu kemana ia akan berlabuh.
Wajar jika aku
menyukai lebih dari satu pangeran, karena komposisiku juga terdiri dari
perasaan. Tidak bisakah aku hanya menyukaimu saja untuk sementara ini pangeran?
Banyak yang harus aku lakukan, aku ingin memasukkan diriku ke “manusia-manusia
baru” seperti yang dikatakan Soe Hok Gie, memberantas generasi-generasi tua
yang pikirannya mengacau.
Jangan halangi aku
dengan tingkahmu pangeran, kau boleh memilih siapa saja untuk pendampingmu,
tapi jangan mencoba menghilangkan perasaan menyukaiku terhadapmu. Karena aku
masih akan terus menyukaimu, sampai kutemukan pangeran lain yang daripadanya
cinta itu berlabuh.
Langganan:
Postingan (Atom)