Senin, 04 November 2013

Melihat tiga pemuda yang sedang bermalas-malasan di samping kamar saya, secara tidak langsung mempengaruhi mood saya. Ntah kenapa saya menjadi sedikit malas. hahaha
 
Menguap menular, apakah malas juga menular? saya pikir ya!
Pasti ada pengaruh dari orang yang bermalas-malasan kepada orang lain yang melihatnya.
Dan ada pula pengaruh berteman dengan orang yang suka menulis, contohnya sekarang ini, saya berteman dengan orang yang suka menulis, saya juga keranjingan untuk menulis. Menulis apapun itu, yang penting dari ide sendiri. Saya suka berteman dengan orang yang memiliki pengaruh positif kepada saya, dan saya pikir seharusnya semua orang juga begitu kan?
 
Atau paling tidak mengambil "positive side" dari orang lain. Hal ini yang kadang kala susah untuk diterima, ketika kita sudah men"judge" orang tersebut atas kelakuan-kelakukan negatifnya, sehingga mengaburkan pandangan kita terhadap "positive side" orang tersebut. Terlebih ketika saya yang menilai-tidak tahu kalau kamu ya-
 
Padahal jika dikaji sesuai dengan hakikat manusia, semua manusia itu sama, lahir dengan sifat "tabula rasa" menurut John Locke, dan memiliki kemampuan untuk di didik dan mendidik (Animal Educandum dan Educator). Oleh karena itu salah jika melihat orang-orang yang putus sekolah oleh karena sikap mereka yang "begajulan" lalu kita memandang mereka sebagai "sampah masyarakat" (dan ini juga refleksi buat saya). Yang hanya perlu kita ingat adalah mereka juga memiliki hakikat manusia sama seperti kita yaitu memilki kemampuan untuk di didik dan mendidik pada akhirnya. 
Paling tidak kita sudah memiliki suatu pandangan bahwa sebenarnya tidak ada istilah "sampah masyarakat". Yang ada hanya sampah organik dan non organik. Itu sudah.