Minggu, 26 Januari 2014
Tanggal di atas benar-benar hari dengan
pengalaman baru bagi hidup saya. Yah, walaupun setiap hari haruslah menjadi
sebuah pengalaman.
bertempat di gedung kana kawaluyaan, diadakan pesta bona taon sinaga sebandung raya, bukan sejawa barat ya. Dan pesta yang hanya diadakan empat tahun sekali ini benar-benar meriah, tradisional dan sesak.
awalnya ikut pesta ini karena saya gabung dengan Naposo PTNSB bandung. Mereka welcome, benar-benar merangkul dan peduli akaan satu dengan yang lainnya. Itu yang saya rasakan. Yah mudah-mudahan begini untuk seterusnya.
bertempat di gedung kana kawaluyaan, diadakan pesta bona taon sinaga sebandung raya, bukan sejawa barat ya. Dan pesta yang hanya diadakan empat tahun sekali ini benar-benar meriah, tradisional dan sesak.
awalnya ikut pesta ini karena saya gabung dengan Naposo PTNSB bandung. Mereka welcome, benar-benar merangkul dan peduli akaan satu dengan yang lainnya. Itu yang saya rasakan. Yah mudah-mudahan begini untuk seterusnya.
Tapi saya emang suka pesta-pesta adat seperti
ini, terutama dengan pesta adat batak sendiri. Yah karena saya memang orang
batak sih. Karena menurut saya, pesta-pesta adat seperti ini dapat menyatukan dan
mempererat tali persaudaraan orang-orang batak. Senang banget lihat orang-orang
menari tortor diiringi gondang batak (dan yang paling menarik adalah
serulingnya :D )
Sebelum ikut pesta bona taon ini, saya lupa kapan
terakhir kali saya ikut pesta adat batak. Tapi pernah terpikirkan untuk
cepat-cepat menikah biar bisa jadi ratu disamping raja di dalam pesta.
Dan hal penting dalam pesta batak adalah makan!
Yap! Makan dan makanan adalah hal penting bagi orang batak. Jangankan pesta
orang batak, pesta-pesta suku lain juga memasukkan hal penting ini kedalam
pesta mereka. Ingat bagaimana Yesus menyatukan kedua belas muridnya? Ya di meja
makan, di perjamuan kudus.
Anyway, saya bangga menjadi orang batak, bangga dengan
semangat batak yang sesungguhnya, tapi banyak juga orang batak yang tidak waras
yang mecintai kebatakannya yang amburadul. Mengingat pembagian snack sore di
pesta bona taon kemarin, benar-benar rusuh dan tidak beretika. Dari panitia
sendiri pasti akan men-stock snack dalam jumlah yang banyak, dan dipastikan semua
yang datang pasti kebagian, tapi kenapa sampai berebutan gitu? Dan tidak
sedikit kotak-kotak snack berjatuhan. Pada saat itu, saya benar-benar malu. Saya
malu jika harus melihat mereka berebutan tidak karuan seperti itu. Panitia
sempat menghentikan pembagian snack, dan akibatnya ada ibu-ibu yang mengambil
paksa satu bungkusan besar snack dari dalam ruangan konsumsi. Dan saya
memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian lagi dalam pembagian snack. Yah
begitulah orang batak dalam hal makanan, sedikit rakus. Tapi itu tergantung
pribadinya. Karena banyak juga yang tertib.
Tetapi hal oyang paling membuat saya terkesan
dari acara tersebut adalah, ketika saya mendapatkan keluarga baru di bandung. Ada
pak tua Yudhi, Pak tua Erick, dan Pak tua Aldi. Mereka benar-benar welcome
terhadap saya dan teman saya, laura. Kami merasa memiliki keluarga di sini. The
family which take care and help each other.
Tapi anehnya, ini untuk pertama kali saya mengikuti
pesta bona taon sinaga, dan itu juga di bandung, di kota orang. Selama di kota
kelahiran saya sendiri, saya tidak pernah ikut acara pesta bona taon ini. dan
sedikit membuat orangtua saya terkejut. :D
Over all, saya benar-benar terkesan dengan apa
yang saya alami kemarin. Saya mengucap syukur untuk semua yang terjadi. Thanks
God. :D