Tampilkan postingan dengan label Historisitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Historisitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Oktober 2013

Nilai Historisitas Manusia

Kemarin pulang kuliah hari kamis, tepatnya satu jam setelah perkuliahan selesai, saya niat banget nih ke perpus. Tujuan nya mulia banget, beneran, pengen baca buku buat nambah pembendaharaan kata-kata di otak, sekaligus pemetaan struktur fungsi otak. Nah lo? apa maksud ini? iya. Jadi ingin menyelaraskan fungsi otak sebagai kecerdasan intelektual dan fungsi otak sebagai kecerdasan emosional.
Anyway, setelah sampai di perpustakaan, seperti biasa saya berdiri di depan stand kunci loker, menunggu kunci loker jatuh ke tangan saya-2 menit berlalu- tapi saya di cuekin sama pegawainya, di situ masih mikir mungkin belum ada loker yang kosong, setelah mungkin pegawai bosan melihat saya -yang terus berdiri di depan stand nya, si pegawai pun menyuruh saya membaca selebaran pengumuman yang ada di depannya. Dan ternyata pengumuman itu sedikit membuat saya syok. Terhitung tanggal 1 oktober 2013, tidak diberikan kunci loker, yang artinya kamu bisa tetep simpan barang di loker, tetapi tidak ada kunci pengaman, atau kamu harus bawa gembok sendiri. Saya akhirnya memilih option yang pertama, simpan barang di loker dengan berharap semoga tidak ada tangan iseng yang ingin memindahkan tas, jurnal-jurnal, dan buku ke tempat lain. Akhirnya saya mencari loker paling sudut bawah.
Saya pun masuk ke perpus, otak dan kaki saya langsung bersinergi ke tempat rak buku biologi. Mencari buku yang akhir-akhir ini menjadi wacana di kelas saya. Biologi Campbell jilid 2. Terserah mau edisi keberapa, yang penting ada "fungi" di dalamnya. Segera saya ambil buku tebal bersampulkan warna hijau itu, takut keduluan orang lain. Setelah dapat, saya nyebrang ke rak buku-buku pendidikan, filsafat dan ilmu. Seperti tujuan utama saya, saya pun mengambil bahan bacaan yang berhubungan dengan pendidikan dan permasalahannya. Tidak tahu jelas kenapa saya tidak bisa berkonsentrasi membaca buku tersebut. Tiba-tiba saja huruf-huruf nya berhamburan dan saya di tuntut untuk menyusun nya kembali, agar saya dapat membacanya kembali. Otak saya pun panas, dan saya pun tertidur. Kira-kira dua puluh menit saya tertidur-dan entah sudah berapa orang yang berganti duduk di depanku- saya terbangun dan mata saya tertuju ke buku yang berjudul " Metodologi Penelitian Sejarah" yang ada di atas meja. Long term memory saya pun langsung bekerja mengingat tugas yang ada hubungan nya dengan buku kecil tapi tebal tersebut. Halaman satu pun berganti dengan halaman selanjutnya. Sampai lah saya di halaman dimana terdapat kata-kata "Nilai Historisitas Manusia", yang artinya manusia selalu ingin berkembang dalam rangka merealisasikan dirinya secara konkret. Berkembang tentu saja dalam hal yang positif. Dimana menurut tafsiran saya, manusia harus melakukan sesuatu untuk membuat ia dapat mengoptimalkan dirinya sebagai manusia sosial yang berdampak bagi dirinya terutama lingkungan dan bahkan bangsanya. Hal ini langsung saya refleksikan ke diri saya. Dan saya sedang ada di titik proses. Proses, yang mungkin saja terdapat kejenuhan di dalamnya, baik cepat maupun lambat. Yah, saya sedang berada pada proses. Dan proses tersebut yang memungkinkan saya akan berjalan menuju kejenuhan, ketika otak dan hati saya sudah tidak bersinergis lagi.
(Tulisan pertama setelah beberapa tahun saya meninggalkan blog saya yang pertama, dan saya meyakini banyak sarang laba-laba di sana)